Total Productive Maintenance (TPM)

Total Productive Maintenance (TPM)

OVERVIEW

Pelatihan Total Productive Maintenance (TPM) – TPM merupakan suatu sistem perawatan mesin yang melibatkan seluruh bagian dan anggota organisasi, termasuk operator produksi. Sasaran penerapan TPM adalah tercapainya Zero Breakdown, Zero Defect, dan Zero Accident, dengan demikian memaksimalkan efektivitas penggunaan mesin.

Peningkatan keandalan (reliabilitas) operasi sangat dipengaruhi oleh perawatan dan pemeliharaan mesin dan peralatan secara terpadu, baik perawatan secara prediktive (predictive maintenance) maupun korektif (corective maintenance). Mesin atau alat-alat produksi yang beroperasi secara terus menerus tanpa perawatan akan menyebabkan umur teknis dan ekonomisnya menjadi berkurang. Maka dari itu para teknisi atau bagian maintenance perlu melakukan perawatan secara berkala agar tidak mengurangi produktivitas yang dihasilkan dan tidak mengganggu jalannya proses produksi. Melihat hal tersebut, konsep Total Productivity Maintenance (TPM) dianggap cocok untuk digunakan dalam rangka memaksimalkan produktivitas dari peralatan seumur hidup dan akan memperpanjang umur peralatan.

Maintenance merupakan fungsi operasional yang mempunyai tujuan untuk optimasi umur teknis maupun umur ekonomis perangkat yang dimiliki perusahaan. Dengan optimasi perangkat yang dimiliki, maka akan membawa akibat yang sangat positif untuk terciptanya optimasi kualitas, biaya dan waktu produksi. Umumnya lebih dari 65% biaya maintenance merupakan biaya spare parts. Optimasi biaya spareparts akan sangat mempengaruhi biaya maintenance secara keseluruhan dan biaya produksi perusahaan.

Didalam Pelatihan Total Productive Maintenance (TPM) ini akan dibahas maintenance management secara terpadu dan komprehensif. Peserta juga akan mendapatkan tool untuk mengukur performansi sistem Maintenance Management diperusahaannya masing-masing.

TUJUAN & SASARAN PELATIHAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) :

  1. Memahami falsafah dan konsep dasar sistem perawatan terpadu Total Productive Maintenance (TPM)
  2. Memahami elemen-elemen Total Productive Maintenance (TPM)
  3. Memahami strategi implementasi Total Productive Maintenance (TPM)
  4. Mengetahui bagaimana MBTF, MTTR dan DT dapat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan
  5. Bagaimana mengubah Unplanned Maintenance Schedule menjadi Planned Schedule
  6. Peserta mampu membuat perencanaan maintenance yang tepat sehingga terbentuk budaya maintenance sendiri
  7. Mampu membuat perencanaan maintenance terhadap Spare Control System
  8. Memahami dan mengaplikasikan manajemen perawatan dan pemeliharaan alat-alat produksi sesuai dengan prosedur kerja secara  efektif dan efisien.
  9. Meningkatkan equipment productivity
  10. Mengurangi equipment downtime
  11. Menurunkan maintenance dan production cost
  12. Meningkatkan return on investement
  13. Meningkatkan plant capacity
  14. Mendekati zero defect
  15. Meningkatkan kepuasan kerja
  16. Konsep manajemen pemeliharaan modern.
  17. Manajemen Pemeliharaan sistem Komputerisasi
  18. Total Productive Maintenance (TPM) ..
  19. Manajemen suku cadang.
  20. Mengoptimalkan model suku cadang dengan menggunakan kontrol inventaris.
  21. Teknik pengukuran melakukan pemeliharaan sistem manajemen perusahaan.
  22. Teknik pengukuran melakukan sistem manajemen suku cadang

OUTLINE PELATIHAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) :

DAY – 1 :

09.00 – 12.00 

1. INTRODUKSI

  • Objektif dan fungsi maintenance.
  • Klasifikasi sistem maintenance.
  • Disain sistem maintenance.
  • Teknik membangun rasa memiliki bagi operator dan petugas pemeliharaan.
  • Persoalan yang umumnya dihadapi dalam pemeliharaan.
  • Biaya yang timbul karena performansi peralatan yang kurang baik.
  • Klasifikasi dan evolusi sistem maintenance management.


2. MENGUKUR PERFORMANSI SYSTEM MAINTENANCE MANAGEMENT PERUSAHAAN

  • Company check list.
  • Machinery design check list.


12.00 – 13.00 | Istirahat

13.00 – 15.00 


3. KONSEP DASAR TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)

  • TPM sebagai sebuah filosofi.
  • Equipment management dan defect management.
  • Six big losses.
  • Pengukuran overall equipment effectiveness (OEE).
  • Penentuan optimum rate (ideal cycle time).


4. STUDI KASUS DAN LATIHAN PERHITUNGAN PENGUKURAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE)

  • Mengukur OEE diperusahaan dengan volume produksi tinggi.
  • Mengukur OEE diperusahaan hand assembling.
  • Mengukur OEE diperusahaan semi-automated assembling.
  • Mengukur OEE diperusahaan processing system.


DAY – 2 :

09.00 – 12.00 


5. MODERN MAINTENANCE MANAGEMENT

  • Konsep dasar.
  • System Effectiveness.
  • Planned maintenance program.
  • Langkah-langkah implementasi konsep planned maintenance program.


6. COMPUTERIZED MAINTENANCE MANAGEMENT SYSTEM

  • Tujuan komputerisasi sistem maintenance management.
  • Manfaat yang akan diperoleh dari komputerisasi sistem maintenance management.
  • Pengembangan sistem komputerisasi.
  • Strategi implementasi.
  • Diskusi dan tanya jawab.


12.00 – 13.00 | Istirahat

13.00 – 15.00 


7. EVALUASI SISTEM MAINTENANCE MANAGEMENT

  • Perlunya evaluasi sistem maintenance.
  • Parameter performansi sistem maintenance.
  • Analisis rasio performansi sistem maintenance.
  • Peragaan penggunaan software untuk analisis rasio performansi sistem maintenance.


8. STUDI KASUS IMPLEMENTASI SISTEM TPM


TRAINER : Surachman, ST., MT.

Surachman, ST., MT., merupakan konsultan profesional yang memfokuskan diri pada bidang supply chain management & warehouse management yang telah membantu banyak perusahaan industri dan jasa berskala nasional dan multinasional. Surachman berpengalaman dalam implementasi program peningkatan produktivitas, quality improvement & development, cost reduction, dan operation management.

Latar belakang pendidikan beliau adalah Sarjana Teknik Mesin dan Magister Teknik Industri. Ia merupakan lulusan Association for Overseas Technical Scholarship (AOTS) Japan, Yokohama Kenshu Center di bidang quality improvement.

Surachman memiliki pengalaman sebagai praktisi di berbagai industri lebih dari 22 tahun. Jabatan terkahirnya sebagai Deputy General Manager, yang telah membantu banyak perusahaan nasional dan multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan.

BENEFITS

Online Class

In Class

1. Soft Copy Materi
2. e-Certificate
3. Link Zoom Online
4. Training Record
5. Qualified Instructor
1. Training Module
2. Certificate
3. Workshop Kit
4. Training Photo
5. Training Room with Full AC Facilities
and multimedia
6. Once lunch and twice coffee break
7. Qualified Instructor
8. Tidak termasuk penginapan

Bantuan Layanan, hubungi kami :
Phone : 022-54415030
Mobile : 0811-2299-772

  • Online Class
  • In Class

7 – 8 Juni 2022
6 – 7 Juli 2022
3 – 4 Agustus 2022
6 – 7 September 2022
5 – 6 Oktober 2022
2 – 3 November 2022
6 – 7 Desember 2022

Zoom Meeting

Rp. 2.750.000,- / Peserta
Rp. 2.500.000,- (Group, minimal 3 peserta)

16 – 17 Juni 2022
18 – 19 Juli 2022
15 – 16 Agustus 2022
15 – 16 September 2022
17 – 18 Oktober 2022
14 – 15 November 2022
15 – 16 Desember 2022

Venue (Jakarta) :
Harris Hotel Tebet, Fave Hotel Gatot Subroto, Kuretakeso Hotel Kemang, Blue Sky Slipi, Dreamtel Hotel Menteng, Puri Denpasar Hotel Kuningan.

Venue (Bandung) :
Aston Tropicana, Golden Flower Hotel, Gino Ferucci, Aston Pasteur, Grand Tjokro, Banana Inn

Rp. 4.000.000,- / Peserta
Rp. 3.750.000,- (Group, minimal 3 Peserta)

CATEGORIES