Subscribes
RSS Feed
LEGAL / HUKUM SERIES
HRD SERIES
CORPORATE COMMUNICATION SERIES
SEKRETARIS SERIES
LEADERSHIP SERIES
SOFT SKILLS SERIES
SALES, MARKETING & CUSTOMER SERVICES
VISITORS

ZERO DEFECT STRATEGY

image










LATAR BELAKANG
 


Dalam dunia industri, perkembangan dunia usaha / lingkungan bisnis menghadapi persaingan global yang semakin tajam menuntut setiap industri untuk melakukan penekanan biaya produksi dan persyaratan kualitas mengarah sytem Quality Maintenance. Mempertahankan investasi peralatan yang ada untuk dapat digunakan secara optimal, delivery yang cepat dapat terpenuhi mengarah ke Just In Time, Penerapan Perawatan Preventive, predictive, corrective peran serta operator dalam quality maintenance merupakan solusi untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Bagi perusahaan industri yang menggunakan peralatan atau mesin dalam proses, maka performa suatu peralatan atau mesin harus senantiasa dijaga, karena hal tersebut sangat mempengaruhi kualitas dari produk yang dihasilkan, modal kerja yang harus dikeluarkan, yang pada gilirannya akan mempengaruhi kepuasan pelanggan. Idealnya ketersediaan peralatan atau mesin (Availability) dapat beroperasi 100% dalam kondisi 100% full capacity dan menghasilakan kualitas produk 100% oke, namun demikian dalam kenyataanya kondisi ini sulit diwujudkan. Untuk itu diperlukan perawatan.
 
Bukti penerapan Quality Maintenance telah dirasakan manfaatnya oleh perusahaan yang menerapkannya membantu perusahaan mencapai performa kelas dunia dan mendapatkan kontribusi profit perusahaan meningkat. Quality Maintenance adalah hasil perpaduan antara preventive maintenance dengan total quality employee involvement. Quality Maintenance bukan sekedar teori tetapi dikembangkan dari best practices dan menjadi proven method yang telah diterapkan. 

Quality Maintenance merupakan suatu system pengendalian mutu & perawatan mesin yang melibatkan seluruh bagian dan anggota organisasi termasuk operator produksi, sasaran penerapan Quality Maintenance adalah tercapainya Zero Breakdown, Zero defect dan zero accident dengan demikian memaksimalkan efektifitas penggunaan mesin, tercapainya Overall equipment effetiveness (OEE). 

Total Productive Maintenance memiliki 3 target utama:

  1. Zero product defect (tidak ada produk cacat)
  2. Zero equipment unplanned failures (tidak ada kegagalan atau kerusakan pada mesin yang tidak terdeteksi sebelumnya)
  3. Zero accident (tidak ada kecelakan di area kerja)

Target-target tersebut dapat dicapai dengan melakukan Gap Analysis atas catatan historis mengenai produk cacat, kegagalan mesin dan kecelakaan yang pernah terjadi sebelumnya. Gap Analysis dapat dilakukan dengan diagram fishbone, why why analysis, atau P-M analysis. Setelah didapatkan pemahaman yang jelas, rencanakan investigasi untuk menemukan penurunan performa mesin. Tahap ini disebut “Initial Cleaning”.


TPM juga berguna untuk mengidentifikasi tujuh kerugian atan tujuh pemborosan (waste) pada mesin, yaitu:

  1. Setup adjustment time
  2. Initial adustment time
  3. Waktu kerusakan mesin (equipment bereakdown time)
  4. Mesin menganggur (idle)
  5. Speed (cycle time) losses (penurunan kecepatan)
  6. Start-up quality losses (penurunan kualitas start-up)
  7. In-process quality losses (penurunan kualitas proses)

Ketujuh waste dalam proses manufaktur ini harus dihilangkan, dapat dengan cara menerapkan TPM dalam proyek Kaizen. Eliminasi dari ketujuh waste tersebut merupakan aplikasi dari tiga garis besar pilar TPM, yang meliputi:

  • Efficient Equipment Utilization
  • Efficient Worker Ulitization
  • Efficient Material & Energy Utilization

SASARAN PROGRAM :

Tujuan Akhir dari Implementasi Quality Maintenance bukan untuk sekedar menambah pengetahuan dan ketrampilan tetapi untuk diterapkan hingga mendapatkan kontribusi manfaat yang nyata bagi perbaikan usaha seperti kualitas yang meningkat, peningkatan produktifitas, kapasitas yang meningkat lingkungan kerja yang lebih bersih dan aman sehingga laba perusahaan meningkat. Pada akhirnya penerapan Quality Maintenance saat ini menjadi suatu kebutuhan penting dalam dunia industri, banyak perusahaan kelas dunia mempelopori Quality Maintenance yang tidak dapat dipisahkan dengan Total Productive Maintenance. Quality yang dimaksudkan adalah quality yang menjamin bahwa:

  • Alat/mesin kerja benar-benar siap untuk menghasilkan produk yang berkualitas (sesuai dengan yang diinginkan pelanggan),
  • Quality yang stabil & konsisten
  • Biaya yang ekonomis sehingga mampu bersaing dan menang dalam kompetisi

Keefektifan kegiatan Quality Maintenance System dapat diukur :

  1. Meningkatnya nilai OEE
  2. Hilangnya Downtime (~ mendekati NOL, Zero breakdown), Menurunnya MTTR, Makin lama mesin itu rusak kembali atau nilai MTBF ~ lebih lama (panjang)
  3. Kepatuhan dalam pelaksanaan Autonomous Maintenance
  4. Turunnya biaya Maintenance
  5. Turunnya reject dibarengi dengan semakin banyaknya tindakan pencegahan dibanding dengan corrective, parameternya adalah implementasi OPL dan POKA YOKE
  6. Hidup dalam kerja sama kelompok yang kuat, ditunjukan dengan lebih banyaknya ‘cross function project

OUTLINE TRAINING :

     1. Quality Maintenance Fundamental 

  • Pengamantan proses kerja mesin
  • SIPOC Diagram  (Latihan)
  • Menetepkan Proses Kritis dalam proses atau CTQ
  • Incoming Qaulity
  • Proses Quality
  • Outgoiung Quality
  • Jidoka Outomation
  • Visual management 

     2. Quality Assurance Matrix (QA Matrix) 

  • Alat untuk menentukan prioritas tindakan atas penyebab utama kerusakan mutu pada tahapan proses manufacturing.
  • Fokus pada kegiatan proses kerja dan prioritas tindakan
  • Bekerja secara konstruktif untuk menanggulangi masalah mutu

     3. Problem Chart

  • Melakukan Analisa produksi pada kondisi input untuk permasalah pada setiap tahapan proses
  • Mendahulukan tindakan untuk mencegah masalah (bisa jadi pengulangan masalah) dititik masalah. Melakukan tindakan dengan cara berhati-hati dalam mengatasi masalah-masalah sulit yang mungkin tidak dapat ditangani dengan mudah atau segera.
  • Membagi atas tingkatan masalah, melakukan tindakan investigasi dan rencana tindakan pencegahan.

     4. Mengevaluasi keseriusan masalah dengan FMEA dan 
         menindaklanjuti dengan FMEA

  • Tindakan improvement pada mesin/alat kerja
  • Memprioritaskan masalah dengan mempertimbangkan dampak mutu (quality defect mode)
  • Memutuskan berdasar penilaian pada skala masalah yang terjadi

     5. Quality Improvement

  • Tindakan perbaikan yang terus menerus didokumentasikan
  • Bakukan pencapaian yang terjadi
  • Bandingkan ‘After dan Before’ improvement action
  • Lakukan pelatihan untuk meningkatkan skill dan kompetensi pekerja dan para supervisor

     6. Teknik Pokayoke dan Visual Management

  • Sejarah lahirnya pokayoke
  • Analisa Kondisi yang ada
  • Analisa tindakan pencegahan
  • Menetukan ide + pelaksanaan
  • Risk management pebaikan
  • Contoh pokayoke
  • Teknik kaizen Pokayoke 

     7. Teknik Review kondisi input dan hasil produksi

  • Mengevaluasi (sekaligus mereview) performa hasil kerja mutu atas input dan produksi
  • Apakah input telah benar-benar terkendali penuh ~ variasi yang terjadi dalam batas kontrol
  • Hasil produksi telah diketahui pasti (terprediksi) akan menghasilkan produk dalam kendali mutu

     8. Developement Quality Standar

  • Analisa Proses
  • Mengurai proses kerja aktivitas besar dan aktifitas Kecil
  • Membuat OPL
  • Membuat SOP dengan Teknik WHW
  • Teknik mengajar SOP yang Efektif di tempat kerja 


METODE PELATIHAN :


TRAINER : 
Surachman. ST.,MT

Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7 tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja.

Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement. Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative pada sebuah perusahaan multinasional,

Specialist Quality & Productivity  Improvement strategy :

Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.Total Productivity Maintenance, Continous Improvement & QC 7 Tools with PDCA, Warehouse Management. Spare part Management, Owner Estimate (OE / HPS), Cost Reduction Strategy, Vendor Management, Total Quality Management, Training Within Industri, Training For Traineer, Shopfloor Leadership, Supervisory Skill, Managerial Skill, Key Performance Indicator, Behavioral Event Interview, Operation Excellence With  5S, Pokayoke, Lean Manufacturing, Smed “Single Minute Exchage Of Die” , Gemba Kaizen ,Quality Maintenance, Audit Internal. QCC Audit, QCC Fasilitator. Innovation Shool, Basic Mentality Coorporate Culture, Technical Communication Skill With Hourenso, Standar Operation Prosedure, Technical Presentatation Skill, Training Need Analysis, Autonomous Maintenance, Change Management. Practical Technic Sampling, Management Quality Control, Lean Procurement, Lean Warehousing, Gemba Kaizen, Kaizen in the Office, Manajemen Pengadaan Barang & Jasa.

DURASI TRAINING : 
2 Hari (Pkl. 09.00 - 16.00 wib)

 

TRAINING TIME :

1 - 2 Juli 2020 
3 - 4 Agustus 2020
1 - 2 September 2020
1 - 2 Oktober 2020
2 - 3 November 2020
1 - 2 Desember 2020

  • Pelatihan ini dapat diselenggarakan diluar jadwal diatas, apabila peserta / instansi terkait berencana mengirimkan pesertanya dengan jumlah minimal kuota (3 orang).
  • Pelatihan ini dapat di CUSTUMIZED bila diselenggarakan dalam bentuk In House Training


INVESTMENT FEE : Rp. 3.750.000,- nett / person 
(Harga tidak termasuk PPN) 

FASILITAS : 

  1. Training Module
  2. Certificate
  3. Workshop Kit
  4. Training Photo
  5. Training Room with Full AC Facilities and multimedia
  6. Once lunch and twice coffee break
  7. Masker & Hand Sanitizer
  8. Qualified instructor 
  9. Tidak termasuk penginapan

Venue (Bandung) : 

Savoy Homann, Aston Tropicana, Golden Flower Hotel, Gino Ferucci, El Hotel Royale Bandung, Aston Pasteur, The 101 Bandung Dago, Aryaduta Bandung, Best Western Premiere La Grande Hotel, Grand Tjokro, Grand Preanger, Banana Inn, Crowne Plaza Bandung

Venue (Jakarta) :
Harris Hotel - Tebet, Hotel Menara Peninsula - Slipi, Ibis Arcadia Hotel - Thamrin, Fave Hotel - Gatot Subroto, Hotel Aryaduta - Semanggi, Fave Hotel - LTC Glodok, IBIS Hotel - Tamarin, Kuretakeso Hotel - Kemang, Blue Sky - Slipi, Best Western Premier - Cawang, Dreamtel Hotel - Menteng, Puri Denpasar Hotel - Kuningan


Catatan :
Venue atau Tempat pelaksanaan training akan disertakan pada saat pengiriman Proposal / Undangan Training.


  REGISTER NOW 
Bantuan Layanan, hubungi kami :
Phone : 022-4212715 / 022-54415030
Mobile : 0821-1888-8091

 


 

CONTACT US
image

Office :
LAMBERT CONSULTING & TRAINING 
(PT. LAMBERT PERFORMA INDONESIA)

Wisma Monex 9th Floor, 
Jl. Asia Afrika No. 133 - 137
Bandung, West Java

Telp. +62-22 4212715
+62-22 54415030

Hotline :  
0811-2299-772 (WA)
08211-8888-091
 

E-mail :
info@lambertconsulttraining.com
lambertconsulttraining@gmail.com

www.lambertconsulttraining.com

Daftar Via Whatsapp :
Tulis (Nama Anda & Perusahaan + Judul Topik Training + Email)


OPERATIONAL & PRODUCTION SERIES
FINANCE-ACCOUNTING
PROJECT MANAGEMENT
PERBANKAN SERIES
AUDIT SERIES
OIL & GAS SERIES
Chat Zopim
FOLLOW US

 
Copyright © 2020 LAMBERT CONSULTING & TRAINING · All Rights Reserved